jika pada percobaan ini digunaka KOH, bagaimanakah hasil sabun yang didapat dibandingkan jika di gunakan NaOH
Kimia
fitritamara
Pertanyaan
jika pada percobaan ini digunaka KOH, bagaimanakah hasil sabun yang didapat dibandingkan jika di gunakan NaOH
1 Jawaban
-
1. Jawaban piamansimutzz32
Kelapa sawit bukanlah tanaman asli Indonesia namun dapat hadir, tumbuh,dan berkembang dengan baik di wilayah Indonesia. Kelapa sawit mempunyai produk olahan ( out put ) berupa minyak sawit yang menjadi salah satu komoditas perkebunan yang handal. Minyak sawit mempunyai pangsa pasar yang besar baik di dalam maupun luar negeri.Minyak sawit atau yang dikenal dengan Crude Palm Oil (CPO) merupakanminyak nabati berwarna jingga kemerah-merahan yang diperoleh dari prosesekstraksi daging buah tanaman Elaeis guinneensis (kelapa sawit). Pada umumnya,varietas yang digunakan adalah varietas tenera yang mempunyai cangkang yangtipis dan daging buah yang tebal. Proses tahapan ekstraksi minyak sawit inimeliputi tahapan perebusan, perontokan buah dari tandan, pengolahan minyak dari daging buah, dan pemurnian.Dalam perkembangannya, CPO yang dihasilkan dapat diolah kembalimenjadi produk-produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Produk-produk yang dapat dihasilkan yaitu minyak goreng, sabun, biodiesel,margarin, gliserol dan produk-produk lainnya. Produk yang menjadi pembahasanadalah sabun yang merupakan hasil dari reaksi saponifikasi yang terjadi akibat pencampuran minyak sawit dengan larutan basa.Sabun merupakan komoditi hasil olahan minyak kelapa sawit yang populer yang berfungsi sebagai zat yang mampu membersihkan dan mengangkat bendaasing. Reaksi yang terjadi pada saat pembuatan sabun dari minyak kelapa sawitdisebut saponifikasi. Saponifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak kelapa sawit(triglisrida) dengan alkali (biasanya menggunakan NaOH atau KOH) sehinggamenghasilkan gliserol dan garam alkali Na (sabun). Saponifikasi juga dapat1 dilakukan dengan mereaksikan asam lemak dengan alkali sehingga menghasilkansabun dan air. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang karena sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telahmeluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudahdibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, detergen sintetik telahmenggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci. Sabun yang telah berkembangsejak zaman Mesir kuno berfungsi sebagai alat pembersih. Keberadaan sabunyang hanya berfungsi sebagai alat pembersih dirasa kurang, mengingat pemasarandan permintaan masyarakat akan nilai lebih dari sabun mandi