1. Apa isi Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 ? 2. Apa desakan Golongan muda terhadap golongan tua, setelah mendengar kabar Jepang menye
PPKn
PPKNFullPertanyaan
Pertanyaan
1. Apa isi Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 ?
2. Apa desakan Golongan muda terhadap golongan tua, setelah mendengar kabar Jepang menyerah kepada sekutu ?
3. Apa maksud dan tujuan dibentuk BPUPKI ?
4. Apa yang dibahas pada sidang BPUPKI ?
5. Siapa ketua panitia perancang UUD ?
2. Apa desakan Golongan muda terhadap golongan tua, setelah mendengar kabar Jepang menyerah kepada sekutu ?
3. Apa maksud dan tujuan dibentuk BPUPKI ?
4. Apa yang dibahas pada sidang BPUPKI ?
5. Siapa ketua panitia perancang UUD ?
1 Jawaban
-
1. Jawaban Nuradelia101003
1) -Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
-Kemanusiaan yang adil dan beradab
-Persatuan Indonesia
-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Piagam Jakarta inilah yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 dengan perubahan pada sila pertama yang berdasarkan pada berbagai pertimbangan mengenai sebuah negara kesatuan.
2) golongan muda mendesak agar proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dilaksanakan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta tanpa harus menunggu izin dari Jepang, sebab momentumnya dianggap tepat.
3) Tujuan dibentuk BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal penting berhubungan dengan pembentukan negara Indonesia medeka atau mempersiapkan hal-hal penting mengenai tata pemerintahan Indonesia merdeka.
4) -sidang pertama : membahas rumusan dasar negara.
-sidang kedua : membahas batang tubuh UUD negara Indonesia merdeka.
5) ketua : ir.soekarno
anggota : 1. A.A. Maramis
2. Otto Iskandardinata
3. Puruboyo
4. H. Agus Salim
5. Achmad Subardjo
6. Prof. Dr. Supomo
7. Maria Ulfa Santosa
8. R.P. Singgih
9. P.A. Husein Djayadiningrat
10. K.H. Wachid Hasyim
11. Parada Harahap
12. Latuharhary
13. Susanto Tirtoprojo
14. Sartono
15. Wongsonegoro
16. Wuryaningrat
17. Tan Eng Hoat
18. dr. Sukiman