Sejarah

Pertanyaan

Sejarah singkat peristiwa ganter 1222

1 Jawaban

  • Sejarah singkat peristiwa Ganter 1222 adalah perang antara Ken Arok dengan dengan kerajaan Kediri di Desa Ganter.

    Pembahasan

    Hai teman-teman BrainlyLovers...!!! Sekarang kita akan membahas perang Ganter.  

    Selamat belajar...!!!  

    Kerajaan Kadiri (Kediri) merupakan kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Kertajaya. Wilayah kekuasaan kerajaan ini terdiri dari beberapa kadipaten, salah satu kadipatennya bernama Tumapel dengan akuwu (camat) Tunggul Ametung. Tunggul Ametung dalam mengatur pemerintahannya, ia dibantu oleh seorang pengawal pribadi bernama Ken Arok. Menurut Pararaton, jabatan sebagai akuwu tidaklah lama diemban oleh Tunggul Ametung. Hal ini dikarenakan pembunuhan yang dilakukan oleh Ken Arok terhadapnya dengan cara tipu muslihat, sehingga masyarakat tidak mengetahui pembunuh sebenarnya. Setelah peristiwa tersebut terjadilah kekosongan jabatan di kadipaten Tumapel. Pemerintahan menjadi tidak beraturan dan dibutuhkan segera akuwu baru. Karena Ken Arok merupakan pengawal pribadi dari Tunggul Ametung, maka diangkatlah Ken Arok sebagai akuwu pengganti akuwu sebelumnya untuk menjalankan pemerintahan di kadipaten Tumapel.

    Pemerintahan di Tumapel kini dipimpin oleh Ken Arok. Ken Arok memiliki ambisi untuk membuat kerajaan. Berdasarkan hal tersebut, ia menobatkan diri menjadi raja dengan gelar Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi. Kerajaan itu berpusat di Kutaraja (daerah Tumapel). Terbentuknya kerajaan baru dengan luas wilayah yang sempit, Ken Arok berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. Dia memperluas wilayah kerajaan baru itu dengan menaklukkan kadipaten-kadipaten di sekitar kadipaten Tumapel.

    Melihat perilaku Ken Arok yang berulah di tanah kekuasaan kerajaan Kediri. Raja Kertajaya menjadi geram dan marah. Di samping masalah tersebut, terjadi juga perseturuan antara raja Kertajaya dan kaum Brahmana. Perseteruan ini terjadi karena raja Kertajaya mengaku sebagai penguasa dunia dan alam semesta, sehingga dia menyuruh warga dibawah kekuasaan kerajaan Kediri untuk menyembahnya. Hal ini berbeda dengan pandangan kaum Brahmana, baginya raja Kertajaya telah menyimpang dari aturan. Berdasarkan hal tersebut, kaum Brahmana meminta Ken Arok yang dalam naskah Nagarakretagama dijuluki sebagai Bhatara Siwa untuk menaklukkan raja Kertajaya. Hal ini disetujui oleh Ken Arok dan dimanfaatkan untuk memperluas wilayah kerajaan barunya agar lebih besar dan menjadi penguasa.

    Alasan-alasan tersebutlah menjadi pemicu peperangan. Perang antara dua pihak ini dilaksanakan di daerah bernama Ganter yang merupakan daerah kawasan kerajaan Kediri. Perang ini berlangsung sengit antara Ken Arok seorang mobilisator dengan pasukan Kediri. Perang terjadi terus-menerus selama dua tahun (tahun 1142-1144 Saka atau 1220-1222 Masehi). Perang tersebut merupakan perang yang bagus karena hanya butuh waktu dua tahun untuk menaklukkan suatu kerajaan dan menjadi penguasa. Perang ini dimenangkan oleh pihak Ken Arok yang ditandai dengan terbunuhnya Mahesa Wulungan, dimana Mahesa Wulungan adalah saudara sekaligus panglima dari raja Kertajaya. Menurut Nagarakretagama, dalam perang tersebut raja Kertajaya bersembunyi dalam dewalaya (tempat dewa) dan tidak diketahui jasadnya. Kerajaan Kediri pun jatuh ke tangan Tumapel dan statusnya berubah menjadi kadipaten dengan tonggak kepemimpinan Ken Arok.

    Perang antara Ken Arok dan kerajaan Kediri inilah disebut Perang Ganter. Dikatakan perang Ganter, karena terjadi secara terus menerus dan berlokasi di daerah Ganter. Berdasarkan hasil survey lapangan dan wawancara warga, daerah Ganter sekarang berubah nama menjadi dusun Ganten kecamatan Ngantang, Malang. Hal ini dikarenakan di dusun Ganten telah ditemukan patung atau arca Bhatara Siwa. Dimana Bhatara Siwa menunjukkan simbol gelar dari Ken Arok. Ditempatkannya patung tersebut di dusun Ganten menunjukkan bahwa di tempat tersebutlah batas wilayah kepemimpinan antara Ken Arok dan kerajaan Kediri. Alasan yang lainnya adalah adanya perbedaan logat bahasa warga setempat yang tinggal diantara patung Bhatara Siwa. Jadi dapat disimpulkan bahwa perang Ganter terjadi di dusun Ganten kecamatan Ngantang, Malang.

    Pelajari Lebih Lanjut

    1. Kajian tentang isi kitab Negarakertagama bisa coba cek https://brainly.co.id/tugas/5719339

    2. Kajian tentang penulis Kitab Negarakertagama bisa coba cek https://brainly.co.id/tugas/2364800

    3. Kajian tentang kerajaan Singasari bisa coba cek https://brainly.co.id/tugas/19737858

    Detail Jawaban

    Kelas: 10

    Mapel: Sejarah

    Bab: 4 - Indonesia Zaman Hindu dan Buddha: Silang Budaya Lokal dan Global Tahap Awal

    Kode: 10.3.4

    Kata Kunci : Perang Ganter, Ken Arok, Raja Kertajaya, Kitab Negarakertagama.

Pertanyaan Lainnya