Puisi: GADIS PEMINTA-MINTA Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Ta
B. Indonesia
AntoniusTedy
Pertanyaan
Puisi:
GADIS PEMINTA-MINTA
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang
Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi begitu kauhafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk busa membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, oh kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda
Pertanyaan:
1. Apakah puisi di atas menggunakan majas? Tuliskan jenis majas yang terdapat dalam puisi di atas!
2. Tulislah isi puisi di atas dengan singkat, jelas, dan tepat!
tolong dijawab ya, dapat point 75
makasihh
GADIS PEMINTA-MINTA
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang
Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi begitu kauhafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk busa membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, oh kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda
Pertanyaan:
1. Apakah puisi di atas menggunakan majas? Tuliskan jenis majas yang terdapat dalam puisi di atas!
2. Tulislah isi puisi di atas dengan singkat, jelas, dan tepat!
tolong dijawab ya, dapat point 75
makasihh
1 Jawaban
-
1. Jawaban Keishaangelaa
2. puisi tersebut karya Toto Subarto Bachtiar
Toto menulis puisi untuk menunjukkan bagaimana kehidupan seorang gadis pengemis yang tinggal di pinggiran kota Jakarta. Dia ingin menunjukkan bahwa kehidupan pengemis pada saat puisi ini ditulis, yaitu pada tahun 1956, di saat Indonesia sedang mengalami ketidakstabilan ekonomi yang disebabkan oleh penjajahan dan juga peperangan.
Toto ingin memberitahu mereka yang mampu bahwa hidup mereka yang sedang terkena dampak dari ketidakstabilan ekonomi, tidaklah lebih menyedihkan dari pada hidup yang dijalani gadis kecil berkaleng ini. Dan lebih lagi, gadis ini dapat menjalani hari-harinya dengan senyuman, seakan-akan tidak terjadi apa-apa di hidupnya.
Toto ingin menunjukkan bagaimana kehidupan para pengemis di Jakarta pada saat itu, dan meminta mereka yang mampu untuk membantu para pengemis untuk menjalani hidup mereka, walaupun orang-orang mampu yang tinggal di Jakarta juga terkena dampak dari ketidakstabilan ekonomi, tetapi dampak yang mereka rasakan tidak separah dengan apa yang dirasakan oleh para pengemis. Itulah yang ingin Toto sampaikan kepada orang-orang dan juga pemerintah kota Jakarta.
Semoga membantu :)