bagaimana gerak tari bosara
Seni
annisa1274
Pertanyaan
bagaimana gerak tari bosara
2 Jawaban
-
1. Jawaban crundeemc
Tarian Tradisional Indonesia - Tari Bosara, adalah tarian untuk menyambut beberapa tamu terhormat. Beberapa gerakan badannya sangatlah luwes. Dahulu kerap ditarikan pada setiap acara penting untuk menjamu raja dengan suguhan kue kue sebanyak 2 kasera. Juga ditarikan waktu menyambut tamu agung, pesta kebiasaan serta pesta perkawinan. Tarian ini mengambarkan bahwa orang Bugis bila kehadiran tamu selalu menyajikan bosara, juga sebagai tanda kesyukuran serta kehormatan.
Tari BosaraTari Bosara Makassar - Sulawesi Selatan Menyebut bosara sesungguhnya meliputi satu kesatuan utuh yang terbagi dalam piring, yang di atasnya di beri alas kain rajutan dari wol, lalu ditempatkan piring di atasnya juga sebagai tempat kue dan tutup bosara. Adapun kue-kue yang umumnya disajikan dengan memakai bosara merupakan kue-kue tradisional, baik kue basah atau kuekering. Kue basah semisal cucur, bolu peca’, brongko, biji nangka, kue lapis, kue sala’ dan lain-lain, yang biasanya terbuat dari tepung beras.
Sedang kue-kue tradisional yang kering salah satunya baruasa, cucur ma’dingki’, bannang-bannang, umba-umba, kue se’ro-se’ro, oko’roko unti serta beragam jenis putu seperti putu cangkiri, putu labu, serta putu mayang. Kue-kue itu biasanya di sajikan pada acara-acara kebiasaan maupun pesta pengantin yang masih tetap memakai kebiasaan tradisional.
Karenanya, tak mengherankan, tiap-tiap pesta pernikahan adat Bugis makassar sangatlah lekat dengan bosara, bahkan juga ini mentradisi sampai saat ini. Bersamaan dengan perubahan zaman, warna tutup bosara saat ini lebih bervarias, tidak sekedar warna mencolok namun juga warna emas, perak, atau pastel. Meski sekian, fungsi bosara dinilai terus sakral, meskipun warnanya sudah dimodifikasi sesuai dengan hasrat pembuat atau pemesannya.
Tari Bosara ini menyerupai dengan tari piring, lantaran terkecuali memakai baju khas tari Bosara, juga tidak bisa ketinggalan beberapa penari membawa piring khas sulawesi selatan yakni Bosara. Tarian ini mengambarkan perihal pemberian jamuan pada tamu, juga sebagai sinyal syukuran atas rezeki serta penghormatan pada tamu. Pada zaman dulu tarian ini kerap ditarikan untuk menjamu raja, menyongsong tamu agung, pesta kebiasaan, serta pesta perkawinan. Sumber: Kebudayaan Indonesia -
2. Jawaban sitinuramalia4
Tari Bosara adalah tarian yang mengambarkan bahwa orang bugis jika
kedatangan tamu senantiasa menghidangkan bosara, sebagai tanda kesyukuran
dan kehormatan. Pada zaman dahulu tarian ini sering ditarikan untuk menjamu raja, menyambut tamu agung, pesta adat, dan pesta perkawinan. Gerakan tarian ini sangat luwes sehingga enak untuk dilihat.
Bosara sendiri merupakan piring khas suku bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Bahan dasar bosara berasal dari besi dan dilengkapi dengan penutup khas seperti kobokan besar, yang dibalut kain berwarna terang, seperti warna merah, biru, hijau atau kuning, yang diberi ornamen kembang keemasan di sekelilingnya. Bosara biasanya diletakkan di meja dalam rangkaian acara tertentu, khususnya acara yang bersifat tradisional dan sarat dengan nilai-nilai budaya.
Selain digunakan sebagai salah satu alat yang digunakan para penari tarian daerah, bosara juga biasanya menjadi tempat sajian aneka kue tradisional yang diletakkan di meja pada acara resmi pemerintahan sebagai simbol adat Sulsel, khususnya pada acara-acara sakral seperti pesta pernikahan adat.
Bosara yang digunakan sebagai wadah kue tradisional maupun lauk, dijejer rapih di atas meja berkaki pendek, biasanya disebut meja Oshin. Untuk melengkapi sajian dalam wadah bosara itu, diletakkan baki kecil yang di atasnya dilapisi kain yang berwarna mirip dengan warna bosara dan meja. Di atas baki kecil tersebut, diletakkan alas dan piring ceper berukuran kecil yang digunakan untuk meletakkan kue tradisional yang diambil dari bosara, kemudian cangkir untuk minuman teh serta tutupnya, ditambah gelas untuk air putih.
Oleh karena itu, tidak heran jika setiap pesta pernikahan adat bugis-Makassar sangat lekat dengan bosara, bahkan ini mentradisi hingga sekarang.