jelaskan raja wurawari menyerang dharmawangsa
IPS
rayya112
Pertanyaan
jelaskan raja wurawari menyerang dharmawangsa
1 Jawaban
-
1. Jawaban argajayas
Darmawangsa Teguh memerintsh dalam dasawarsa terakhir abad 10 M dan mungkin sampai 1017 M. Darmawangsa Teguh memiliki gelar Sri Isana Darmawangsa Teguh Anantawikramottunggadewa ( menurut prasati raja Jayawarsa Digwijaya Sastraprabu dan kitab Wirataparwa ). Melihat gelar yang disandang mengandung unsur Isana, jelas bahwa Darmawangsa Teguh keturunan dari Empu Sendok secara langsung ( Prasati Pacangan ). Kemungkinan besar Darmawangsa Teguh anak dari Makutawangsawardana, dia juga merupakan saudara dari Mahendradatta Gunapriya Darmapatni. Darmawangsa Teguh menggantikan ayahnya dengan duduk di atas tahta Kerajaan Mataram, sedangkan Mahendradatta kawin dengan Udayana yang ternyata seorang putri raja dari wangsa Warmmadewa di Bali. Jadi pada waktu itu Bali sudah ada di bawah pengaruh jawa, itu terbukti dengan ditemukannya prasasti-prasasti di Bali yang menggunakan bahasa Jawa kuno.
Hubungan Jawa dan Sriwijaya ( Sumatra ) pada saat itu kurang baik. Menurut LC Damais pada masa pemerintahan Darmawangsa Teguh Jawa pernah menyerbu Sriwijaya untuk menghancurkan hubungan Sriwijaya dan Cina, tetapi serangan dari Darmawangsa Teguh tidak berpengaruh pada kedaulatan Sriwijaya, karena sejak tahun 1003 M datang lagi utusan Sriwijaya ke Cina dan sebaliknya untuk saling memberikan upeti. Hubungan itu berlanjut sampai 1178 M. Pemerintahan Darmawangsa Teguh juga melakukan ekspedisi ke Sumatra. Ini terbukti adanya prasasti batu yaitu bernama Prasasti Hujung Langit ( Bawang ) di daerah Sumatra Selatan tahun 919 Saka ( 997 M ) yang berbahasa Jawa kuno.
Darmawangsa Teguh meletakkan pusat kerajaannya untuk yang pertama kali adalah di Madiun, kemudian Darmawangsa Teguh memindahkan pusat kerajaannya di daerah Jombang. Setelah itu pindah lagi di daerah Maospati. Perpindahan pusat kerajaan pada masa Darmawangsa Teguh tidak jelas sumber dan penjelasannya.
Darmawangsa Teguh yang begitu berambisi untuk meluaskan kekuasaanya sampai keluar pulau Jawa ternyata mengalami keruntuhan ditangan raja bawahannya yaitu raja Wurawari ( daerah Banjumas ). Raja Wurawari sangat dendam dengan Darmawangsa Teguh karena ambisinya untuk mendampingi putrid Darmawangsa Teguh tidak tercapai, karena Darmawangsa Teguh menikahkan putrinya dengan Airlangga. Akhirnya kerajaan yang dipimpin Darmawangsa Teguh hancur menjadi abu karena mendapat serangan yang tidak terduga dari raja Wurawari dan seluruh daerah yang pernah ditaklukan oleh Airlangga jatuh ketangan raja Wurawari. Dengan hancurnya pemerinthan Darmawangsa teguh raja Wurawari cukup puas melampiaskan sakit hatinya karena tidak berhasil menjadi menantu Darmawangsa Teguh.
Seperti yang dapat dilihat dari prasasti Pucangan Darmawangsa dicandikan di Wwatan, sekarang masih ada di desa Wotan di daerah kecamatan Maospati. Darmawangsa dalam masa pemerintahaannya menitik beratkan pada pola politik luar negrinya. Ketika Sriwijaya diserang oleh Darmawangsa sekitar tahun 992 yang hasilnya Sriwijaya kalah, akibatnya Sriwijaya mengadakan pembalasan atas serangan itu terhadap Darmawangsa pada tahun 1006 M dibantu oleh raja Wurawari, sehingga mengakibatkan kehancuran kerjaan Darmawangsa atau Pralaya.