B. Daerah

Pertanyaan

cara sawer bayi dengan bahasa sunda serta apa hikmah dari sawer bayi tersebut

1 Jawaban

  • kandaga sawer
    Upacara selamatan bayi berlanjut sejak bayi dalam kandungan sampai sesudah dilahirkan. Pada orang Sunda, selamatan bayi itu ada selamatan puput puseur (lepas tali pusat), nurunkeung anak (turun tanah), pemberian nama dan cukuran (mencukur rambut).

    Keempat macam upacara itu ada yang dilaksanakan sekaligus setelah bayi berusia 40 hari, ada juga yang terpisah-pisah.


    (a)  Sawer pada upacara turun tanah

    Pada orang Sunda, upacara turun tanah itu ada yang dilaksanakan setelah lepas tali pusat, setelah empatpuluh hari, atau setelah anak mulai bisa berdiri. Bagi masyarakat berada upacara turun tanah memakai keramaian secara besar-besaran. Jalannya upacara sebagai berikut:

    Malam harinya bayi dijaga oleh orang tua-tua. Pagi-pagi dimandikan dan didandani, lalu digendong oleh dukun bayi/paraji sambil menjinjing kanjut kundang, yakni kantung dari yang berisi berbagai rempah-rempah kelengkapan obat bayi, membawa pisau dan lempuyang, lalu turun ke halaman sambil dipayungi, lalu mengelilingi rumah, halaman dan kebon alas, yaitu bangunan terbuka di tengah halaman yang digantungi dengan berbagai umbi-umbian, buah-buahan dan makanan. Dukun Beranak kemudian berjongkok di tanah, membuat tanda silang di tanah, dicungkilnya tanah sedikit, lalu dimasukkannya ke dalam kanjut kundang. Bayi diinjakkan ke tanah.

    Menurut beberapa orang yang mengetahui upacara turun tanah ini, ada pula bayi yang dibiarkan merangkak untuk memegangi kelengkapan kebon alas. Apa yang dipegangnya dianggap sebagai simbol kehidupan kelak.

Pertanyaan Lainnya