apa fungsi musik saron ?
Seni
revinagunawan
Pertanyaan
apa fungsi musik saron ?
2 Jawaban
-
1. Jawaban tweetazizah
Saron atau yang biasanya disebut juga ricik ,adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan.Dalam satu set gamelan biasanya mempunyai 4 saron, dan semuanya memiliki versi pelog dan slendro. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu.Dari kiri-kanan; saron panerus, saron barung, dan demung, dari STSI SurakartaCara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan.Dalam memainkan saron, tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya. Teknik ini disebut memathet (kata dasar: pathet = pencet) -
2. Jawaban Elma99
Saron adalah alat music pendukung gamelan jawa yang terbagi atas tiga jenis, yaitu saron demung, saron ricik, dan saron penerus / peking. Seperti pada mayoritas alat musik gamelan, saron juga dimainkan dengan cara dipukul. Saron sendiri merupakan alat music yang berbentuk lempengan tebal yang diletakkan diatas tempat kayu yang memiliki rongga. Setiap selesai memukul, lempengan harus dipegang agar suara yang ditimbulkan berhenti dan tidak mengganggu nada berikutnya. Alat pemukul saron penerus berbeda dengan dua lainnya. Pemukul saron penerus lebih kecil dengan ujung lainnya yang lancip, sedangkan dua lainnya memiliki alat pemukul yang besar. Cara memainkannya pun berbeda. Saron demung dan saron ricik memainkan satu nda dengan cara dipukul masing-masing satu kali, namun saron penerus dimainkan dengan cara dipukul dua kali tiap nada sehingga memiliki kesulitan yang lebih tinggi.